Review film : Cowboy Bebop
November 27, 2021
Add Comment
Netflix tayangkan adaptasi live-action Cowboy Bebop, yang dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu anime terbaik sepanjang masa. Serial ini dikembangkan oleh Andre Nemec dan dibintangi oleh John Cho, Mustafa Shakir, dan Daniella Pineda sebagai tiga pemburu yang mencari target dengan hadiah menarik di seluruh semesta.
Jika kamu belum menyaksikan animenya jangan khawatir, karena adaptasi live-action menawarkan cerita original bisa kamu langsung pahami walaupun belum menonton sebelumnya. Namun, kami menyarankan tonton anime tersebut karena Cowboy Bebop adalah salah satu masterpiece anime.
Kualitas Visual yang Disuguhkan
Salah satu yang menjadi kelebihan di Cowboy Bebop (2021) adalah gaya visualnya yang memukau. Pertunjukan di live-action masih memiliki “gaya” seperti seri originalnya. Karakter terlihat mirip dengan anime dan set disini memiliki estetika retro sci-fi yang sama. Bahkan pesawat luar angkasa terlihat niat banget untuk menirukan seperti di anime. Mereka bahkan membuat ulang intro ikonik.
Disisi lain, cinematography yang ditawarkan juga sangat baik. Live-action ini memanfaatkan sorotan yang pelan dengan karakter yang memiliki sedikit gerakan untuk menciptakan ketegangan, bahkan termasuk penggunaan kamera angle miring untuk membuat sorotan yang lebih dinamis. Ini mencerminkan gaya yang diambil dari anime, mengandalkan bidikan dinamis yang ditempatkan lebih hati-hati dengan sedikit gerakan.
Cowboy Bebop (2021) masih menawarkan beberapa adegan aksi yang dikoreografi dengan baik yang menggabungkan campuran yang sama dari gaya bertarung barat, seni bela diri Asia, serta gaya bertarung ala luang angkasa yang khas. Semua itu berhasil digabungkan dengan sangat baik, entah dari segi estetika, animasi, maupun humor yang ditawarkan sangat pas dengan visualnya. Bahkan mereka merekayasa beberapa adegan di anime yang cukup sulit dilakukan.
Plot Utama
Seperti biasa, plot di live-action ini juga masih berpusat pada karakter Spike Spiegel, Jet Black, dan kemudian Fey Valentine ketika mereka mencoba untuk mendapatkan hadiah baru dan saat menghadapi masa lalu mereka khususnya, masa lalu Spike sebagai mantan anggota Red Dragon Syndicate dan hubungannya dengan mantan rekannya Vicious dan istri Vicious (yang dia berselingkuh dengan) Julia.
Plot menyeluruh dari live-action ini secara kasar mengikuti peristiwa anime meskipun dengan episode hadir secara acak. Perbedaan terbesar antara live-action Netflix dan anime adalah sebuah seri episodik yang berdurasi cukup singkat, sementara live-action ini memiliki narasi yang lebih solid dari episode yang berdurasi 45-60 menit.
Secara keseluruhan karakter dan plotnya tidak buruk dan terlihat lebih nyata dan masuk ikal jika dibandingkan dengan anime dan menurut kami wajar mengingat ini adalah live-action. Jika pada anime terlihat setiap karakter diperlihatkan menghadapi sisa-sisa masa lalu mereka dan menunjukkan bagaimana mereka merenungkannya. Sementara disisi lain live-action ini lebih diper-simple.
Kesimpulan
Adaptasi live-action Cowboy Bebop dari Netflix memang cukup menarik. Terutama dari segi visual yang cukup mengunggah, Entah dari segi animasi dengan berbagai efek canggih, hingga cinematography yang sangat ciamik dan keren, bahkan mampu merefleksikan beberapa adegan di anime yang cukup sulit direka ulang di dunia nyata. Musik yang dihadirkan juga cukup asik dan membuat enjoy untuk menontonnya.
Netflix sudah menayangkan live-action Cowboy Bebop mulai 19 November 2022. Anime Cowboy Bebop pertama kali ditayangkan pada tahun 1998 di Jepang dan mendapatkan perhatian yang luar biasa ketika tayang di barat pada tahun 2001 dan kini juga bisa ditonton di platform yang sama.
Lanjut untuk melihat tips, ulasan dan ide kreatif follow @senada.media
Post a Comment